Marshmallow adalah makanan ringan bertekstur seperti busa yang
lembut dalam berbagai bentuk, aroma dan warna. Marshmallow bila dimakan
meleleh di dalam mulut karena merupakan hasil dari campuran gula atau
sirup jagung, putih telur, gelatin, gom arab, dan bahan perasa yang
dikocok hingga mengembang.Resep tradisional marshmallow tidak menggunakan gelatin, melainkan sari akar tanaman semak marshmallow (Althea officinalis), sehingga penganan ini disebut marshmallow. Setelah Alex Doumak mempatenkan proses ekstrusi di tahun 1948, marshmallow mulai dibuat di pabrik dengan mesin ekstrusi.
Hasilnya berupa marshmallow berbentuk silinder yang dipotong-potong dan diguling-gulingkan dalam campuran tepung jagung dan gula halus.
Marshmallow disukai anak-anak maupun orang dewasa, bisa dimakan begitu saja, dimasukkan ke dalam minuman (cokelat susu, café mocha), dibuat kue dan gula-gula (biskuit Mallomars, Peeps), atau sebagai penghias hidangan penutup.
Marshmallow merupakan makanan ringan yang sering dimakan setelah dipanggang di atas api unggun.
Bila dipanggang di atas api, bagian luar marshmallow mengalami karamelisasi sedangkan bagian dalam sedikit mencair. Yuk intip resep pembuatan marshmellow di bawah ini.
Bahan:
-air dingin
-gelatin (Kehalalan pada marshmallow dapat diwaspadai dengan melihat gelatin sebagai bahan bakunya. Gelatin merupakan bahan yang dihasilkan dari jaringan ikat hewan, baik dari sapi, babi, maupun ikan.)
-sirup jagung
-granulated sugar
-garam
-ekstrak vanila
-tepung jagung
-gula bubuk dan
-pewarna makanan (jika diperlukan).
Bahan dasar untuk pembuatan Marshmallow dibagi menjadi dua kategori utama yaitu:
1. Pemanis
2. Agen pengemulsi.
Pemanis termasuk sirup jagung, gula, dan dekstrosa. Proporsional komposisi untuk sirup jagung dan gula lebih banyak sirup jagung, hal ini dikarenakan akan meningkatkan kelarutan (kemampuan untuk melarut) dan menghambat kristalisasi.
Pati jagung, pati modifikasi, air, agar-agar, dan / atau putih telur dikocok digunakan dalam berbagai kombinasi. Kombinasi ini yang nantinya menentukan tekstur dan bentuk marshmellow. Kombinasi bahan ini yang bertindak sebagai agen pengemulsi dengan mempertahankan distribusi lemak dan menyediakan aerasi yang membuat marshmallow mengembang.
Proses pembuatan Marshmallow:
-Gula dan sirup Jagung dilarutkan dalam air kemudian dididihkan.
-Putih telur dan atau gelatin dicampurkan dengan larutan gula.
-Kemudian bahan-bahan lain ditambahkan (Pati jagung, pati modifikasi, dan atau agar-agar), Adonan tersebut dipanaskan pada suhu 2400F (1150C).
-Lama pemanggangan bergantung pada selera, mulai dari sedikit berubah warna hingga marshmallow menyala dan sedikit gosong.
-Pada suatu wadah, adonan ditempa(dipukul-pukul) sehingga volume adonan menjadi 2-3 kali semula.
-Pada tahapan ini bisa dilakukan penambahan flavour.
-Adonan tersebut dipindahkan pada “heat exchanger”.
-Kemudian udara dipompakan pada adonan.
-Adonan didinginkan pada plat pendingin.
-Marshmallow diekstruksi menggunakan mesin atau diletakan pada “band”.
-Proses ekstrusi dilakukan untuk pembentukan busa, sehingga Marshmallow mempunyai bentuk seperti bantal.
-Setelah diekstrusi biasanya ditambahkan pati jagung untuk mencegah adonan menjadi kaku selain itu juga untuk mempertahankan bentuk. Biasanya Marshmallow pada awalnya berbentuk tali yang panjang, kemudian dipotong dan dikeringkan pada ban berjalan.
Proses pendinginan :
-Setelah Marshmallow terbentuk menyerupai bantal kemudian dilakukan pendinginan pada drum pendinginan, dan dilakukan penghilangan pati jagung yang berlebih.
-Setelah Marshmallow mendingin kemudian ditimbang dan dikemas, sebelum dimasukan kedalam karton kemasan tersebut dilewatkan melalui metal detector,
-kemudian dilakukan pemberian kode produksi dan masa kadaluarsa.
Selamat mencoba
(dan berbagai sumber)




Tidak ada komentar: